Sunday, October 25, 2015

Pertolongan pertama bila bayi jatuh



Bayi jatuh memang sudah biasa, tetapi Bunda harus waspada. Berikut ini langkah pertolongan yang bisa dilakukan saat bayi jatuh

Pertolongan pertama yang bisa diberikan saat bayi jatuh

Bayi jatuh dari ranjang, jangan panik dulu

Perkembangan bayi hingga usia batita yang semakin pesat tentunya membuat orangtua merasa gembira walaupun terasa lebih merepotkan. Hal ini dikarenakan batita Bunda saat ini sudah mulai bereksplorasi ke mana-mana dengan kemampuan baru mereka yang sudah mulai bisa berguling-guling ataupun merambat di dinding dan pinggiran ranjang.
Pada masa ini pengawasan terhadap mereka juga harus lebih intens dibandingkan saat mereka baru lahir dengan kebiasaan tidur mereka yang cukup lama, di sisi lain Bunda juga harus menyelesaikan pekerjaan rumah yang masih menumpuk seperti memasak, menyapu, mengepel lantai, dsb.
Akhirnya dengan kesibukan Bunda ini, pengawasan terhadap batita menjadi agak kurang, dan saat Bunda lengah bisa saja bayi jatuh dari ranjang. Tentunya hampir semua orangtua memiliki pengalaman bayi jatuh dari tempat tidur. Untuk itu Bunda tidak perlu panik dan segera berikan pertolongan pertama dengan langkah-langkah berikut:
  1. Segera angkat bayi jatuh, gendong dan tenangkan. Biasanya bayi jatuh akan menangis dan akan menghentikan tangisannya saat kita dekap dan timang-timang.
  2. Periksa kepala dan badannya, apakah ada luka atau benjol. Untuk benjol bisa dikompres dengan es. Bunda bisa juga mengoleskan minyak tawon atau oleskan thrombopob gel. Bila ada luka berdarah, tekan luka itu dengan kapas bersih selama 10 menit, kalau pendarahan tidak berhenti segera bawa ke dokter.
  3. Setelah bayi jatuh bisa tenang dan dipastikan tidak ada luka, berikan ASI (untuk yang memberikan ASI) atau botol (untuk yang memberikan susu formula). Umumnya setelah minum ASI atau susu bayi akan tertidur.
  4. Yang harus diwaspadai bila bayi jatuh sampai pingsan atau tidur dan susah dibangunkan, muntah, kejang pada wajah atau anggota gerak. Segera bawa ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang cepat dan tepat.
  5. Untuk pencegahan terjadinya bayi jatuh Anda bisa memasang bumper di ranjangnya atau gunakan ranjang yang tidak terlalu tinggi selama anak-anak masih dalam usia ini. Pasang juga kasur tipis di lantai untuk keamanan mereka.http://id.theasianparent.com/pertolongan-pertama-saat-bayi-jatuh/2/

Gumoh pada bayi

Gumoh pada bayi seringkali membuat Bunda khawatir. Apakah gumoh berbahaya? Bagaimana menanganinya, dan kapan gumoh harus dikonsultasikan ke dokter?

Bayi gumoh, bagaimana mengatasinya?
Membuat bayi bersendawa setiap minum 30-50 ml susu, adalah salah satu cara mengatasi gumoh
Setelah minum susu, tiba-tiba susu keluar lagi dari mulut bayi… Jangan panik Bunda, itu adalah gumoh dan wajar terjadi pada setiap bayi. Gumoh dapat terjadi pada bayi yang minum ASI ataupun susu formula.
Membedakan gumoh dan muntah
Ibu yang baru memiliki bayi mungkin panik ketika bayinya gumoh. Selintas, gumoh memang mirip dengan muntah. Perbedaannya, susu yang dikeluarkan saat gumoh hanya sekitar 10 ml saja, sedangkan muntah mengeluarkan lebih banyak susu.
Istilah kedokteran untuk gumoh adalah gastroesophageal reflux, terjadi karena pergerakan otot di bagian atas perut yang belum sempurna. Gumoh sering terjadi pada bayi baru lahir dan berkurang setelah bayi menginjak usia 1 tahun.
Cara mengatasi gumoh
Kita dapat mengurangi banyaknya susu yang keluar ketika gumoh dengan cara-cara berikut ini:
  • Susui bayi sebelum bayi terlalu lapar. Bayi yang lapar meminum susu terlalu cepat sehingga banyak udara yang ikut tertelan dan terperangkap di dalam perut.
  • Susui bayi sedikit demi sedikit. Bila ia disusui dengan botol, berhentilah setiap 30-50 ml (tergantung usia bayi). Bila ia menyusu ASI, berhentilah setiap 5-10 menit, tergantung kondisi bayi dan kelancaran ASI ibu.
  • Bila ia menyusu dengan botol, gunakan dot yang pas dengan bayi Anda. Bila lubang dot terlalu besar, aliran susu terlalu cepat. Bila lubang terlalu kecil, aliran susu terlalu lambat dan banyak udara ikut terminum oleh bayi.
  • Hindari pemakaian diaper yang terlalu ketat, dan jangan menekan perut bayi.
  • Setiap menyusu 30-50 ml, gendonglah bayi dalam posisi tegak dengan kepalanya di atas bahu kita. Lalu tepuk-tepuk punggungnya agar ia bersendawa. Bila ia menyusu ASI, lakukan ketika akan beralih ke payudara lainnya.
Apakah berbahaya?
Pada umumnya gumoh tidak berbahaya, tetapi bila terjadi hal-hal berikut ini, segeralah ke dokter :
  • terdapat darah pada susu yang keluar ketika gumoh
  • membuat bayi tersedak
  • membuat bayi menjadi biru
  • cairan yang keluar terlalu banyak (yaitu muntah)
  • bila mengganggu kenaikan berat badan atau terjadi penurunan berat badan
Bagaimana bila terjadi terus menerus?
Bila gumoh terlalu sering terjadi, berkonsultasilah dengan dokter untuk menanganinya. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah mengentalkan susu formula yang diminum si bayi, namun tindakan ini harus dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter.http://id.theasianparent.com/mengatasi-bayi-gumoh/

Friday, October 23, 2015

PERAN AYAH DALAM KEBERHASILAN MENYUSUI

"Ayah memiliki peran yang sangat penting dalam keberhasilan menyusui"
Mengurus, mengasuh, mendidik dan membesarkan anak adalah kewajiban bersama ayah dan ibu. Oleh karena itu, segala hal yang menunjang keberhasilan pengasuhan anak harus diupayakan bersama oleh ayah dan ibu dengan sepenuh kesadaran dan tanggung jawab serta cinta kasih.
Menyusui adalah aktivitas yang secara teknis hanya bisa dilakukan oleh para ibu, namun keberhasilan serta kualitas menyusui sangat ditentukan oleh suasana kebersamaan di antara ayah dan ibu.
Peran penting ayah adalah memberikan dukungan spiritual, moral, emosional dan fisik kepada ibu. Inilah yang disebut sebagai breastfeeding father. Keterlibatan ayah dalam memberikan dukungan bagi ibu yang tengah menyusui bayi sangat menentukan kelancaran refleks pengeluaran ASI (let down reflex) yang dipengaruhi emosi ibu.
Di dalam payudara ibu terdapat “pabrik” ASI (alveoli) yang bentuknya bulat dan bergerombol seperti buah anggur. Alveoli dikelilingi otot yang disebut myoepithel. Otot inilah yang memompa ASI keluar dari alveoli menuju saluran ASI. Tetapi, kerja myoepithel tergantung pada hormon oksitosin. Jika oksitosin keluar, otot tersebut akan bekerja.
Jadi hal sangat penting dan mendasar bagi para ayah adalah memberikan berbagai dukungan yang membahagiakan para ibu, sehingga perasaan mereka menjadi senang dan tenang. Perasaan inilah yang memacu produksi hormon oksitosin, yang akan memompa ASI keluar. Jangan membuat istri menjadi panik, cemas, ketakutan dan berada dalam suasana kesedihan. Karena hal ini membuat hormon oksitosin tidak bisa terproduksi.
Disadur dari tulisan : Cahyadi Takariawan Penulis Buku Serial "Wonderful Family";
Peraih Penghargaan "Kompasianer Favorit 2014"; Konselor di "Rumah Keluarga Indonesia" (RKI) dan "Jogja Family Center" (JFC)

Bagaimana Cara Maksimalkan Perkembangan Otak Anak?



Enam tahun pertama dalam kehidupan adalah masa paling penting untuk perkembangan otak anak. Dengan mengetahui tahap-tahap perkembangannya, kita dapat memaksimalkan kecerdasannya.

Rangsang perkembangan otak anak untuk memaksimalkan kecerdasannya.
Tahukah Anda, bahwa orang tua dan orang yang mengasuh anak memberikan pengaruh yang sangat signifikan pada perkembangan otak anak? Walalupun otak bayi berkembang sejak masih janin, enam tahun pertama dalam kehidupan adalah waktu yang paling penting untuk perkembangan otak anak. Untuk itu kita perlu mengetahui tahap-tahap perkembangannya  sehingga kita dapat memaksimalkan kecerdasannya pada setiap tahap. Berikut ini akan kita bahas setiap tahap perkembangan otak anak sejak masa kehamilan hingga 10 tahun.

Masa kehamilan

Kesehatan ibu sebelum hamil sangat penting untuk pertumbuhan bayi dan otak bayi. Nutrisi yang baik, menghindari alkohol dan obat-obatan adalah hal terbaik yang dapat dilakukan untuk janin yang dikandung. Makanan yang mengandung Omega 3 atau DHA sangat baik untuk perkembangan otak bayi, terutama pada kehamilan bulan ke 7 hingga masa menyusui.
Artikel terkait : Manfaat Omega 3 bagi Bayi dan Anak

Ketika bayi dilahirkan

Bayi dilahirkan dengan lebih dari 100 miliar sel otak. Sel-sel ini membantu mengontrol fungsi-fungsi utama dalam tubuh misalnya pernafasan sampai dengan fungsi yang lebih kompleks misalnya fungsi intelektual.
Sepanjang masa pertumbuhan anak, terjadi koneksi antar 100 miliar sel-sel ini. Koneksi terjadi ketika anak mengalami sesuatu yang baru dengan melibatkan indera mereka. Menimang, berbicara, senyum, serta memperkenalkan bayi pada pandangan, bau, dan rasa baru dapat mensimulasi koneksi sel-sel otak. Semakin banyak pengalaman ini diulang, semakin kuat koneksi yang terbentuk. Hanya pengalaman yang positif yang membantu perkembangan otak anak, sedangkan pengalaman negatif dapat menyebabkan masalah emosional, perilaku, dan pembelajaran. Pada sekitar umur 3 tahun, koneksi antar sel ini paling banyak terjadi.

Tahap-tahap perkembangan otak anak

Berikut ini masa-masa perkembangan otak anak yang dapat kita manfaatkan untuk memaksimalkan perkembangan kecerdasannya :
  • Perkembangan motorik : selama kehamilan sampai dengan 5 tahun
  • Perkembangan emosional : sejak lahir hingga 2 tahun (paling sensitif adalah antara 10-18 bulan)
  • Pengelihatan : sejak lahir hingga 2 tahun (terutama antara 2-4 bulan dan 8 bulan)
  • Kosa kata : sejak lahir hingga 3 tahun (terutama antara 6-12 bulan)
  • Bahasa kedua : antara 6-10 bulan
  • Logika / matematika : sejak lahir hingga 4 tahun
  • Musik : sejak lahir hingga 10 tahun
Dengan mengetahui masa-masa perkembangan otak anak, kita dapat memberikan pengaruh positif pada setiap tahap tersebut supaya anak menjadi lebih cerdas. Misalnya, untuk mengajarkan banyak kosa kata dan kemampuan bahasa, lakukan terutama pada usia 6-12 bulan. Mengajak anak bicara walaupun mungkin ia belum mengerti, adalah cara yang paling ampuh untuk merangsang perkembangan bahasanya. Sedangkan untuk memperkenalkan bahasa lain, lakukanlah pada usia 6-10 bulan. Karena perkembangan kemampuan bahasa terjadi sejak lahir hingga 3 tahun, maka tidak heran banyak orang tua yang mengakui bahwa anak balitanya banyak belajar kosa kata bahasa Inggris dari tayangan anak-anak berbahasa Inggris di TV.
Begitu pula ketika memilihkan mainan anak, pilihlah yang sesuai dengan setiap tahap perkembangannya agar dapat merangsang perkembangan kecerdasannya, motorik, emosional, serta logika.http://id.theasianparent.com/bagaimana-cara-maksimalkan-perkembangan-otak-anak/

Bayi sehat meninggal mendadak dalam tidur tanpa ada gejala apapun. Inilah SIDS (Sudden Infant Death Syndrome)



Bayi sehat meninggal mendadak dalam tidur tanpa ada gejala apapun. Inilah SIDS (Sudden Infant Death Syndrome) yang terjadi pada 1 dari 100.000 bayi. Apa penyebabnya dan bagaimana cara mencegahnya?


Hindari penggunaan selimut terlalu tebal untuk mencegah SIDS
Sudden Infant Death Syndrom (SIDS) adalah kematian mendadak pada bayi sehat berusia di bawah 1 tahun tanpa ada gejala apapun sebelumnya.
SIDS sering kali disebut sebagai crib death (kematian ranjang bayi) dan menyerang 1 dari 100.000 bayi terutama usia 2-4 bulan. Hingga saat ini, penyebabnya belum diketahui.
Ada yang menduga kematian ini disebabkan oleh kemampuan otak dalam mengontrol pernafasan, sehingga ketika pernafasan terganggu karena selimut menutup hidung atau mulut bayi, bayi tersebut terkena SIDS. Kematian ini umumnya terjadi ketika bayi sedang tidur.

Siapa yang beresiko terkena SIDS?

Bayi yang beresiko terkena SIDS adalah :
  • bayi yang lahir prematur (kurang dari 37 minggu)
  • bayi yang berat badannya kurang ketika dilahirkan
  • bayi laki-laki. Sebanyak 60% bayi yang terkena SIDS adalah laki-laki, walaupun tidak ada penelitian yang membuktikan hubungan gender dengan SIDS.
Cara mengantisipasinya
Yang kita dapat lakukan hanyalah mengurangi resiko SIDS, karena penyebabnya belum diketahui. Berikut ini adalah tips keamanan yang dapat dilakukan :
  • Tidurkan bayi terlentang, bukan tengkurap atau miring.
  • Orang tua atau orang lain yang tinggal serumah tidak merokok, baik semasa kehamilan maupun setelah bayi lahir. Penelitian menunjukkan ibu yang merokok memiliki bayi yang beresiko lebih tinggi terkena SIDS.
  • Berikan ASI pada bayi. Bayi yang menyusu ASI memiliki kekebalan tubuh yang lebih baik. Selain itu, bayi yang diberikan ASI secara eksklusif lebih sering bangun untuk menyusu.selengkapnya

Saturday, October 17, 2015

Manfaat ASI

1) Membantu mencegah konstipasi
ASI sangat mudah dicerna oleh tubuh bayi dan membantu mencegah pup yang keras akibat kekurangan cairan pada tubuh bayi.
2) Mengurangi resiko kegemukan dan diabetes
ASI dapat mengurangi resiko anak mengalami kegemukan atau obesitas serta diabetes tipe 2 di kemudian hari.
3) Mengurangi resiko berbagai infeksi
Manfaat menyusui lainnya adalah mengurangi resiko bayi terkena berbagai infeksi, misalnya infeksi pada kuping, pernafasan, dan pencernaan.
4) Membantu mencegah alergi dan asma
Daya tahan tubuh bayi yang diciptakan oleh ASI membantu mencegah alergi dan asma.
5) Membantu mencegah SIDS
Kematian mendadak pada bayi atau Sudden Infant Death Syndrome (SIDS) kadang terjadi pada bayi berusia di bawah 1 tahun. Pemberian ASI secara eksklusif dapat membantu mencegah terjadinya SIDS.
6) Membantu mencegah kerusakan gigi
ASI lebih baik dari susu formula yang pada umumnya mengandung gula, sehingga membantu mencegah kerusakan gigi.
7) Bayi lebih cerdas
Menurut penelitian, bayi yang meminum ASI secara rutin selama minimal 6 bulan pada umumnya lebih cerdas karena memiliki perkembangan otak yang baik